Galeri Foto

MA'HADUNA KHOS PONDOK PUTRI

Galeri Foto

PENGAJIAN KITAB KUNING SALAF OLEH KH. Drs. SA'AD BASYAR

Galeri Foto

IMTIHAN QIROAT AL-KUTUB SEBAGAI SALAH SATU SYARAT KELULUSAN

Galeri Foto

KEWAJIBAN 'AIN SETIAP SANTRI ADALAH SHALAT JAMA'AH

Galeri Foto

EKSTRAKURIKULER REBANA

Galeri Foto

EKSTRAKURIKULER MENJAHIT PESANTREN

Galeri Foto

WISUDA SEBAGAI TANDA KELULUSAN DAN MASA AWAL PERJUANGAN MELANJUTKAN DAKWAH PESANTREN

Tampilkan postingan dengan label RESENSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESENSI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2013

MENINGKATKAN AMAL IBADAH DALAM INDAHNYA AGAMA ISLAM

Cover
Durrotun Nasihin adalah kitab yang disusun oleh Syeh Ustman bin Hasan bin Muhammad as-Syakir al-Khubawi, beliau adalah salah satu ulama' pada abad 13 Hijriyah. Kitab ini disajikan untuk bibit-bibit ulama' masa depan yang akan menjadi bekal bagi mereka dalam mensi'arkan agama Allah dengan iming-imingan yang terkandung di dalamnya. Bagi orang yang menela'ah kitab ini akan menemukan keindahan bahasa dalam setiap kalimat yang tersususn rapi. Tidak hanya itu, apabila direnungkan kita akan merasakan betapa Allah sangat mengasihi setiap makhluknya, terlebih bagi orang-orang yang mengikuti jejak suci Nabi Muhammad SAW.

Mu'alif Kitab Durotun Nasihin (Ustman bin Hasan bin Muhammad as-Syakir al-Khubawi) banyak menuturkan tentang keutamaan-keutamaan yang terkandung dalam kitab yang telah disusunnya. Beliau membagi isi kitab ini dalam 75 majlis (bab) yang disetiap majlisnya diterangkan dengan terperinci dan jelas. Sebelium memulai dalam majlisnya tersebut, dalam kitabnya beliau ustman bin hasan bin muhammad as-syakir al-khubawi mengawali dengan mencantumkan beberapa do'a. Yang pertama beliau menerangkan do'a apa yang harus dibaca ketika memulai belajar. Kedua do'a yang diterangkan oleh beliau adalah tentang apa yang harus dibaca ketika selesai belajar . Kemudian yang ketiga do'a ketika khatam kitab yang dibaca dan yang keempat mengenai do'a setelah makan. Baru setelah itu beliau baru memulai majlisnya.

Dalam majlis pertama dan kedua beliau membahas tentang fadhilah bulan Ramadhan dan puasa, yang mana telah dijelaskan bahewa bulan suci Ramadhan adalah bulan di mana telah diturunkannya Al Qur'an kepada Nabi Muhammad, diturunkannya Suhuf Nabi Ibrohim, diturunkannya kitab Taurot kepada Nabi Musa, diturunkannya kitab Injil kepada Nabi Isa, dan kitab Zabur kapada Nabi Daud. Terlampir sejarah-sejarah besar dalam bulan Ramadhan hingga tersebutlah fadhilah-fadhilah yang begitu indah apabila dilakukan. Sabda Nabi Muhammad SAW "siapa yang menyambut bulan ramadhan dengan kebahagiaan, maka Allah mengharamkan jasad orang itu dari api neraka. Begitu mulianya bulan Ramadhan, tapi apakah kita dan semua orang menyadari akan hal itu...? masih banyak fadhilah yang terkandung dalam bulan ini.

Majlis ketiga menerangkan fadhilah ilmu, dimana  Ali bin Abi Tholib meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bahwa pada suatu hari nabu muhammad saw bertanya kepada Malaikat Jibril tentang seseorang yang mempunyai ilmu, maka Malaikat Jibril menuturkan bahwa orang yang mempunyai bagaikan obor bagi orang-orang Islam  di dunia dan akhirat.

Bukanlah tidak mungkin jika dalam kitab ini kita lebih bisa meneladani tentang banyaknya fadhilah yang menjanjikan suatu kebahagiaan. Seperti contoh yang tertuang dalam kitabnya, mu'alif membeberkan keterangan dari Abdullah bin Mas'usd, bahwa Nabi pernah bersabda "barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur'an, maka dicatat baginya satu kebaikan, dan dimana dalam kebaikan tersebut terdapat sepuluh kebaikan. begitulah keutamaan membaca Al-Qur'an sehingga dalam satu hurufnya terdapat sepuluh kebaikan.

Demikianlah sekelumit tentang kitab durotun nasihin dan yang terakhir kalinya saya berpesan, kita sebagai seorang santri harus mampu mengolah apa yang terkandung dalam kitab tersebut dan dapat menjadi motifasi dalam beribadah sehari-hari. Sekian dan semoga bermanfaat. Amin.

(AHMAD SAHAB)


BUMI CINTA SANG SANTRI

Cover
Judul:  Bumi Cinta
Penulis: Habiburrahman Elshirozy
Penerbit: Author Publishing.
Cetakan: vi 546 halaman

Bagaimana rasanya jika seseorang dihadapkan pada realita kehidupan yang mengancam keimanannya? bagaimana ia memohon pada Allah agar keimanan tidak  dicabut dari hatinya?

Dia adalah Muhamma Ayyas, salah seoarang santri salaf asal indonesia, yang harus memperjuangkan keimananya disaat ia harus menyelesaikan studinya di Moskow Rusia , negara yang mayoritas penduduknya  ( menurut Habiburrahman Elshirozy ) adalah penganut seks bebas pengakses situs purno terbesar di dunia ( hal.06 ).

Cerita dalam novel ini diawli dengan kedatangan Ayyas ke Moskow untuk menyelesaikan tesisnya di bidang sejarah islam. Ia ingin menulis tentang kehidupan    umat islam di Rusia di masa pemerintahan Stalin, seseorang tokah komunis Rusia    yang sudah tentu menyengserakan umat islam di Rusia pada masa itu ( hal. 102 ).

Sejak awal Ayyas dihadapkan pada situasi yang tidak mudah. Ia harus tinggal satu  apertemen dengan dua orang nonik Rusia : yalena, seseorang pelacur papan atas  Rusia yang Atheis, dan Linor, seorang agen rahasia zionis Israel yang sangat membenci islam dan tentu Ayyas menjadi korban.

Tidak cukup hanya disitu, Ayyas harus menyelesaikan atudinya dibawah bimbingan seorang asisten dosen yang cantik bernama Anasfasia Palazzo, yang kemudian            menaruh hati padanya.

Tentu tidak mudah bagi seorang muslim yang hidup didaerah yang 'aman'  untuk mempertahankan keimanannya di negara komunis terbesar di dunia. Ayyas harus        berjunag keras menghadapi fitnah dan cobaan yang datang bertubi-tubi padanya.

Sebagaimana novel-novel yang telah menggebrak dunia penulisan di Indonesia       sebelumnya.  Lewat novel yang belum mencapai umur setengah tahun sudah mengalami empat  kali cetak ini ,kang Abik sapaan akrab Habiburrahman El-shirozy   ini kembali menggugah kesadaran kita lewat novel yang berjudul "Bumi Cinta"           kang Abik ingin menunjukan bahwa semakin tinggi suatu pohon maka semakin kencang angin yang menerpanya.

Novel ini masih sarat dengan pengetahuan sebagaimana dua novel pendahulunya,  yakni Mega Best Seller Ayat-Ayat Cinta dan Dwilogi Ketika Cinta Bertasbih. Ketika membawa novek ini, kita akan terhanyut dalam budaya Rusia dan ke-athisa-nya, bahasa.dan gaya pergaulannya serta masih banyak hal yang mengejutkan dan sayang untuk dilewatkan.

Dibandingkan dua pendahulunya, "Bumi Cinta" terkesan kurang islami. Tentu saja hal itu dikarenakan setting latar belakangnya. Ayat-ayat Cinta dan Ketika           Cinta Bertasbih berlatng belakang Mesir, sebuah negara yang islamnya cukup kuat     menjadi sebuah "keharusan" untuk menghembuskan nafas-nafas Islam dalam cerita      disebuah tempat dimana muslim adlah menjadi  mayoritas penduduknya.Sedangkan  "Bumi Cinta " berlatar belakang penganut paham  Atheis  yang memuja kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu kang Abik harus menyesuaikan alur ceritanya agar tetap islami dan terkesan modern.

Lantas, bagaimana Ayyas menghadapi hari-harinya? Apakah ia mampu menghadapi godaan terbesar bagi seorang pelajar, yaitu wanita ? Dimana Ia akan menemukan Bumi Cintanya ?

Jika jawaban dari pertanyaan diatas adalah "mampu", lahirlah sebuah tantangan baru: bagai mana dengan kita  yang hidup dinegara yang (felatif) aman sepeti Indonesia.